Akibat Kebanyakan makan mie instant




MAKSUD hati membantu suami menambah penghasilan, apa daya anak jadi korban. Akibat kerap meninggalkan buah hatinya, Hilal Aljajira (6), Erna Sutika (32) kini harus menelan pil pahit. Usus Hilal bocor dan membusuk hingga harus dipotong. Rupanya tiap hari Hilal hanya menyantap mi instan karena di rumah tak ada orang yang memasakkan makanan untuknya. Berikut cerita Erna.

Saat usia Hilal menginjak 2 tahun, aku memutuskan bekerja, membantu keuangan keluarga mengingat penghasilan suamiku, Saripudin (39), kurang mencukupi kebutuhan keluarga.

Aku bekerja di perusahaan pembuat bulu mata palsu, tak jauh dari rumah kami di Garut. Setiap berangkat kerja, Hilal kutitipkan kepada ibuku. Di situ, ibuku kerap memberinya mi instan. Bukan salah ibuku, sih, karena sebelumnya, aku juga suka memberinya makanan itu jika sedang tidak masak.

Ternyata, Hilal jadi “tergila-gila” makanan itu. Ia akan mengamuk dan mogok makan jika tak diberi mi instan. Ya, daripada cucunya kelaparan, ibuku akhirnya hanya mengalah dan menuruti kemauan Hilal. Lagi pula, kalau tidak diberi, Hilal pasti akan membeli sendiri mi instan di warung dekat rumah dengan uang jajan yang kuberikan. Praktis, sehari dua kali ia makan mi instan.

Dua kali dipotong
Kamis, 20 November 2008, Hilal mengeluh sakit perut. Kupikir sakit biasa. Anehnya, setelah tiga hari, sakitnya tak kunjung hilang dan ditambah ia tidak bisa buang air besar. Gara-gara itulah perutnya membesar.

Khawatir, kubawa Hilal ke mantri dekat rumah. Karena tetap tidak ada perubahan, kami kemudian membawanya ke RSU Dr Slamet, Garut. Ternyata hasil pemeriksaan dokter lebih menyeramkan dari yang kuduga. Kupikir, cukup dengan obat pencahar perut, sakit Hilal bisa segera sembuh. Rupanya tak segampang itu.

Hasil tes darah dan rontgen memperlihatkan, Hilal harus segera dioperasi karena beberapa bagian di ususnya bocor dan membusuk. Ketika kutanyakan apa penyebabnya, dokter menjawab, akibat dari kandungan makanan yang Hilal konsumsi selama ini tidak sehat dan membuat ususnya rusak. Saat itulah kutahu Hilal terlalu sering menyantap mi instan. Astagfirullah….

Atas rujukan dokter, kami kemudian membawa Hilal ke RS Hasan Sadikin, Bandung, dengan alasan peralatan medis di RS itu lebih lengkap. Sejak awal, tim dokter sudah pesimistis dengan kondisi Hilal yang begitu memprihatinkan dengan berat badan yang tidak sampai 11 kg. Dokter juga bilang, dari puluhan kasus serupa, hanya tiga orang yang bertahan hidup. Aku hanya bisa berserah pada Allah SWT.

SEJAK ususnya yang busuk dipotong, Hilal tidak lagi merasakan sakit pada bagian ususnya. Celakanya, rasa sakit justru berpindah ke bagian kolostominya. Setiap kali habis makan, makanan itu pasti langsung keluar melalui lubang anus buatan itu. Saat itulah dinding perutnya merasakan sakit yang luar biasa. Ia bisa menangis menjerit-jerit kesakitan.

Belum lagi plastik yang menempel untuk menampung feses yang penuh dan harus diganti dengan yang baru. Double tape yang sering kali dilepas dan dipasang membuat kulit perutnya iritasi dan perih.

Jika sudah tak bisa menahan sakitnya, Hilal akan berujar, “Udah Hilal paeh aja! (Hilal lebih baik mati saja!)” Kadang juga ia berteriak minta maaf kepada Allah dan minta disembuhkan sambil mengatupkan kedua tangannya. Kasihan anakku.

Setiap hari, selama delapan bulan itu, ia hanya menghabiskan waktunya di tempat tidur. Hilal hanya mampu berjalan beberapa menit karena jika terlalu lama ia pasti langsung merasakan sakit di bagian kolostominya. Setiap malam, ia juga harus tertidur dengan paha diangkat menyentuh ke perutnya. Katanya, terasa enak dan membantu menahan rasa sakitnya.

Kapok Makan Mi
Agar ia tidak merasa bosan di kamar seharian, aku mengalihkan rasa sakitnya dengan mengajarinya membaca. Awalnya, sih, sekadar membacakan buku-buku cerita untuknya, tapi lama-kelamaan ia merasa tertarik untuk membaca. Aku dan Panda bergantian mengajarinya. Tidak terasa, saat ini ia sudah lancar membaca, lo.

Memang, sebetulnya Hilal anak yang sangat pintar dan aktif. Sebelumnya ia tidak pernah sakit dan sangat penurut. Namun, sejak kelahiran adiknya dua bulan lalu, Ilham Haki, ia menjadi lebih manja padaku. Ia melarangku menggendong dan menyusui adiknya. Aku, sih, maklum saja karena dia masih sakit dan mungkin takut rasa sayangku direbut oleh adiknya.

Sekarang Hilal sudah bisa berjalan lagi. Memang, sih, masih sedikit bongkok, tapi aku yakin dalam waktu dekat ia bisa berdiri dan berjalan dengan sempurna. Katanya, ia ingin segera sekolah.

Yang membuatku lega, sejak sakit itu, Hilal trauma dengan mi instan. Bahkan melihatnya saja, dia seakan tak sudi. Beda dengan dulu, sekarang ia sangat senang mengonsumsi makanan sehat, seperti sayur, daging, buah, dan susu. Susu memang dianjurkan dokter untuk membantu memperbaiki kondisi dan kinerja ususnya.

Mudah-mudahan ia bisa segera sembuh dari sakitnya dan menjadi anak yang pintar serta berprestasi di sekolahnya nanti.

sember : http://terselubung.blogspot.com/2010/02/akibat-kebanyakan-makan-mie-instant.html

150 Orang Terkaya Indonesia 2008 Versi Majalah Globe Asia

Majalah Globe Asia Edisi June 2008 (Volume 2 Number 6) mempublikasikan 150 Daftar Orang Terkaya Indonesia. Membandingkan dengan tahun 2007, terdapat kenaikan total kekayaan dari US$ 46,6 Miliar menjadi US$ 69,3 Miliar. Rata-rata juga mengalami kenaikan dari US$ 311 Juta menjadi US$ 448 Juta. Pada posisi puncak, seperti yang sudah diduga, dipegang oleh Aburizal Bakrie dengan kekayaan mencapai US$ 9,2 Miliar sedangkan posisi buncit (#150) adalah adik tiri mantan Presiden Soeharto, Probosutejo, dengan nilai US$ 66 Juta.

Setelah majalah ini dipublikasikan banyak media massa yang menyimpulkan Aburizal Bakrie adalah orang terkaya di Asia Tenggara, dengan merujuk pada laporan majalah Forbes Asia mengenai 40 orang terkaya di beberapa negara Asia, yaitu Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina. Dari data ini, Robert Kuok (orang terkaya di Malaysia ‘hanya’ memiliki kekayaan US$ 7,6 Miliar dan orang terkaya di Singapura, Ng Teng Fong, ‘hanya’ memiliki asset US$ 6,7 Miliar.

Tetapi Forbes Asia Edisi June 2, 2008, yang mempublikasikan 40 orang terkaya Malaysia menginformasikan bahwa Kekayaan Robert Kuok telah menggelembung menjadi US$ 10 Miliar. Artinya posisi #1, Ical kembali digusur oleh Taipan Malaysia ini! :)

Bagi yang penasaran, disampaikan daftar lengkapnya di bawah ini.

1. Aburizal Bakrie, 61 Tahun, Bakrie Group, US$ 9,2 Milyar.
2. Budi Hartono, 67, Djarum, US$ 6,8 Milyar.
3. Eka Tjipta Widjaja, 85, Sinar Mas, US$ 3,8 Milyar.
4. Sudono Salim, 93, Salim Group, US$ 3,04 Milyar.
5. Putera Sampurna, 60, Sampoerna Capital, US$ 2,42 Milyar.
6. Rachman Halim, 61, Gudang Garam, US$ 2 Milyar.
7. Sukanto Tanoto, 58, Raja Garuda Mas, US$ 1,43 Milyar.
8. Eddy William Katuari, 57, Wings Group, US$ 1,21 Milyar.
9. Prajogo Pangestu, 57, Barito Pasific, US$ 1,2 Milyar.
10. Murdaya Poo, 67, Berca, US$ 1,1 Milyar.
11. Hary Tanoesoedibjo, 43, Global MediaCom, US$ 1,1 Milyar.
12. Martua Sitorus, 48, Wilmar International Holding, US$ 1,1 Milyar.
13. Arifin & Hilmi Panigoto, 63/53, Medoc, US$ 1,05 Milyar.
14. Hashim Djojohadikusumo, 54, Tirtamas Comexindo, US$ 1,05 Milyar.
15. Peter Sondakh, 56, Rajawali Group, US$ 1 Milyar.
16. Edwin Soeryadjaya, 59, Saratoga Investama, US$ 810 Juta.
17. Boenjamin Setiawan, 75, Kalbe Farma, US$ 760 Juta.
18. Mochtar Riady, 79, Lippo Group, US$ 731 Juta.
19. Osbert Lyman, 58, Satya Djaja Raya, US$ 680 Juta.
20. Trihatma Haliman, 56, Agung Podomoro, US$ 675 Juta.
21. Teddy P. Rachmat, 64, Triputra Group/Adaro, US$ 654 Juta.
22. Chairul Tanjung, 46, Para Group, US$ 610 Juta.
23. Husain Djojonegoro, 59, ABC Group, US$ 605 Juta.
24. Ciputra, 77, Ciputra Development, US$ 600 Juta.
25. Aksa Mahmud, 63, Bosowa Group, US$ 599 Juta.
26. Sugianto Kusuma, 57, Agung Sedayu Group, US$ 529 Juta.
27. Sjamsul Nursalim, 66, Gajah Tunggal, US$ 508 Juta.
28. Rusdi Kirana, 45, Lion Air, US$ 492 Juta.
29. Dasuki Angkosubroto, 78, Gunung Sewu Group, US$ 460 Juta.
30. Kartini Mulyadi, 78, Tempo Scan Pasific, US$ 440 juta.
31. Paulus Tumewu, 56, Ramayana, US$ 420 juta.
32. Jan Darmadi, 67, Darmadi Corp., US$ 420 Juta.
33. George & Sjakon Tahija, 50/55, Austindo Energy, US$ 419 Juta.
34. Martias, 70, First Resources, US$ 410 juta.
35. Eka Tjandranegara, 61, Mulia Group, US$ 405 Juta.
36. Sri Prakash Lohia, 56, Indorama, US$ 405 Juta.
37. Eddy Sariaatmadja, 56, SCTV, US$ 400 Juta.
38. Kiki Barki, 59, Tanito Harum, US$ 390 Juta.
39. Teddy Thohir, 73, Trinugraha Tohir, US$ 385 Juta.
40. Tan Siong Kie, 92, Rodamas Group, US$ 375 Juta.
41. Gunawan Jusuf,54, Sugar Group, US$ 370 Juta.
42. Bachtiar Karim, 51, Musim Mas, US$ 360 Juta.
43. Alexander Tedja, 62, Pakuwon, US$ 358 Juta.
44. Mu’min Ali Gunawan, 69, Panin, US$ 355 Juta.
45. Jakob Oetama, 77, Kompas Gramedia, US$ 348 Juta.
46. Hadi Surya, 72, Berlian Laju Tanker, US$ 334 Juta.
47. A.H.K. Hamami, 72, Trakindo Utama, US$ 330 Juta.
48. Subianto Tjandra, 64, Atedja Group, US$ 330 Juta.
49. Soetjipto Nagaria, 68, Summarecon, US$ 305 Juta.
50. Sofjan Wanandi, 64, Gemala & Santini Group, US$ 304 Juta.
51. Sudwikatmono, 73, Indika Group, US$ 300 Juta.
52. Tan Kian, 50, Dua Mutiara, US$ 290 Juta.
53. Sutanso Djuhar, First Pasific, US$ 288 Juta.
54. Soegiarto Adikoesoemo, 63, Aneka Kimia Raya, US$ 280 Juta.
55. Yos Sutomo, 74, Sumber Mas, US$ 280 Juta.
56. Adyansyah Masrin, 88, Lautan Luas, US$ 275 Juta.
57. Kris Wiluan, 58, Citra Mas Group, US$ 267 Juta.
58. Tatang Hermawan, 57, Fuji Palapa Textile, US$ 265 Juta.
59. Benjamin Jiaravanon, 37, Charoen Pokphand Indonesia, US$ 260 Juta.
60. Rudy Suliawan, 57, Mid Plaza, US$ 260 Juta.
61. Hutomo Mandala Putra,46, Humpuss, US$ 253 Juta.
62. Handojo Santosa, 44, Ometraco, US$ 252 Juta.
63. Sandiaga Uno, 39, Saratoga Capital, US$ 245 Juta.
64. The Nin King, 76, Argo Pantes Group, US$ 240 Juta.
65. Didi Darwis, 62, Ling Brothers, US$ 240 Juta.
66. Henry Onggo, 75, Ratu Sayang Group, US$ 235 Juta.
67. Burhan Uray, 80, Djajanti Timber, US$ 221 Juta.
68. Suryadi Darmadi, 58, Duta Palma Group, US$ 220 Juta.
69. Honggo Wendratno, 60, Tirtamas Group, US$ 220 Juta.
70. Ginawan Tjondro, 54, CNI, US$ 200 Juta.
71. Dahlan Iskan, 57, Jawa Pos, US$ 190 Juta.
72. Djoenardi Joesoef, 75, Konimex, US$ 185 Juta.
73. Jogi Hendra Atmadja, 62, Mayora, US$ 184 Juta.
74. Luntungan Honoris, 59, Modern Group, 180 Juta.
75. Bambang Trihatmodjo, 55, Global MediaCom, US$ 176 Juta.
76. Yusuf Merukh, 72, Merukh Enterprises, US$ 174 Juta.
77. Soegiharto Sosrodjoyo, 74, Sosro, US$ 172 Juta.
78. Siswono Yudohusodo, 65, Bangun Cipta Sarana, US$ 170 Juta.
79. Muljadi Budiman, 52, Honda Prospect, US$ 168 Juta.
80. Johannes Kotjo, 62, Apac Centertex, US$ 162 Juta.
81. Edi Tan, 62, Bandung Investments, US$ 156 Juta.
82. Rudy Unjoto,59, Daliatex Kusuma, US$ 155 Juta.
83. A Tong, 61, Roda Vivatex, US$ 150 Juta.
84. Sugianto, 62, Metro Garmen, US$ 150 Juta.
85. Mardjoeki Atmadiredja, 71, Surya Toto Indonesia, US$ 149 Juta.
86. Sudhamek, 52, Garudafood, US$ 147 Juta.
87. Jusuf Kalla, 66, Haji Kalla, US$ 145 Juta.
88. Airlangga Hartarto, 46, Fajar Wisesa, US$ 144 Juta.
89. Sri Sultan Hamengkobuwono, 67, Sultan of Yogyakarta, US$ 143 Juta.
90. Ibrahim Risjad, 74, Risjadson, US$ 142 Juta.
91. Basuki Wiwoho, 61, Tripatra Engineering, US$ 140 Juta.
92. Cahyadi Kumala, 63, Bukit Sentul, US$ 140 Juta.
93. Djoko Susanto, 58, Alfa Retailindo, US$ 135 Juta.
94. Sendi Bingei, 79, Sumatera Tobacco, US$ 135 Juta.
95. Pontjo Sutowo, 58, Nugra Sentana Group, US$ 134 Juta.
96. Budi Purnomo Hadisurjo, 71, Optik Melawai, US$ 132 Juta.
97. Sigit Harjojudanto, 57, Humpuss, US$ 132 Juta.
98. Benny Subianto, 65, Persada Capital, US$ 130 Juta.
99. Ana Bambang Matofani, 57, Kirana Tanker, US$ 129 Juta.
100. G. Lukman Pudjiadi, 51, Jayakarta Group, US$ 128 Juta.
101. Tan Tjai Kie, 54, Gunung Garuda Steel, US$ 126 Juta.
102. Sukamdani Gitosardjono, 80, Sahid Group, US$ 125 Juta.
103. Alim Markus, 57, Maspion Group, US$ 120 Juta.
104. Iskandar Widyadi, 71, Bank Jasa Jakarta, US$ 120 Juta.
105. Susanto Lim, 53, Domba Mas Group, US$ 120 Juta.
106. Widarto, 63, Sungai Budi, US$ 118 Juta.
107. Soedjono, 59, Wirasakti Adimulya, US$ 110 Juta.
108. Mintarjo Halim, 53, Sandratex, US$ 110 Juta.
109. Hendry Pribadi, 61, Napan Group, US$ 105 Juta.
110. Surya Djuhadi, 74, Nojorono, US$ 105 Juta.
111. Benny Suherman, 61, Studio 21, US$ 105 Juta.
112. Ilham & Tareq Habibie, 45/43, Ilthabi Rekatama, US$ 105 Juta.
113. Siti Hardijanti Rukmana, 59, Citra Lamtoro Gung, US$ 102 Juta.
114. Setiawan Djody, 59, Setdco Group, US$ 102 Juta.
115. GS Margono, 70, Gapura Prima, US$ 100 Juta.
116. Raam Punjabi, 65, Multivision Plus, US$ 100 Juta.
117. MS Hidayat, 55, MSH Group, US$ 100 Juta.
118. Jahja Santosa, 63, Sanbe Farma, US$ 100 Juta.
119. John Chuang, 59, Petra Foods Group, US$ 99 Juta.
120. Suryadharma Paloh, 57, Indo Cater & Media Group, US$ 98 Juta.
121. Ishack Charlie, 54, Kurnia Tetap Mulia, US$ 98 Juta.
122. Atang Latief, 70, Group Atang Latief, US$ 97 Juta.
123. Karmaka Surjaudaja, 82, NISP, US$ 97 Juta.
124. Dick Gelael, 74, Fast Food Indonesia, US$ 97 Juta.
125. Marimutu Maniwanen, 53, Busana Apparel, US$ 95 Juta.
126. A Siang Rusli, 46, Kurnia Tetap Mulia, US$ 95 Juta.
127. Hendro Setiawan, 55, Pikko Group, US$ 95 Juta.
128. Joe Kamadi, 72, Datascrip, US$ 95 Juta.
129. Benjamin Suriadjaja, 78, Surya Internusa, US$ 93 Juta.
130. Jacobus Busono, 68, Pura Group, US$ 90 Juta.
131. Bambang Setijo, 59, Pan Brothers, US$ 90 Juta.
132. Mulyadi, 63, Gunung Geulis, US$ 88 Juta.
133. Purnomo Chandra, 61, Blue Bird, US$ 87 Juta.
134. Sugiono Wiyono, 56, Trikomsel, US$ 87 Juta.
135. Hendro Gondokusumo, 59, Dharmala Intiland, US$ 87 Juta.
136. Fajar Suhendra, 56, Sumatera Growth, US$ 86 Juta.
137. Putra Masagung, 48, Gunung Agung, US$ 85 Juta.
138. Usman Admajaya, 63, Former Bank Danamon Owner, US$ 85 Juta.
139. Rosan Roeslani, 39, Recapital Investment, US$ 85 Juta.
140. Boedi Mranata, 56, Adiputra Mranata Jaya, US$ 81 Juta.
141. Rahmat Gobel, 45, Gobel International, US$ 80 Juta.
142. Husein Sutjiadi, 54, Davomas, US$ 80 Juta.
143. Kaharudin Ongko, 71, Ongko Group, US$ 78 Juta.
144. Johannes Siegfried, 43, Deli Indah Perkasa, US$ 75 Juta.
145. Rachmat Mulia Suryahusada, 59, Bank Bumi Artha, US$ 75 juta.
146. Supramu Santosa, 60, Star Energy, US$ 75 Juta.
147. Husen Lumenta, 63, Himalaya Tunas Texindo, US$ 71 Juta.
148. Shanti Posposoetjipto, 60, Ngrumat Bondo Utomo, US$ 68 Juta.
149. Awong Hidjaja, 57, Panasia Indosyntec, US$ 67 Juta.
150. Probosutejo, 78, Mercu Buana Group, US$ 66 Juta.

Sumber : http://inikonglomerat.wordpress.com/2008/05/29/150-orang-terkaya-versi-majalah-globe-asia/

150 Orang Terkaya Indonesia 2008 Versi Majalah Globe Asia

Majalah Globe Asia Edisi June 2008 (Volume 2 Number 6) mempublikasikan 150 Daftar Orang Terkaya Indonesia. Membandingkan dengan tahun 2007, terdapat kenaikan total kekayaan dari US$ 46,6 Miliar menjadi US$ 69,3 Miliar. Rata-rata juga mengalami kenaikan dari US$ 311 Juta menjadi US$ 448 Juta. Pada posisi puncak, seperti yang sudah diduga, dipegang oleh Aburizal Bakrie dengan kekayaan mencapai US$ 9,2 Miliar sedangkan posisi buncit (#150) adalah adik tiri mantan Presiden Soeharto, Probosutejo, dengan nilai US$ 66 Juta.

Setelah majalah ini dipublikasikan banyak media massa yang menyimpulkan Aburizal Bakrie adalah orang terkaya di Asia Tenggara, dengan merujuk pada laporan majalah Forbes Asia mengenai 40 orang terkaya di beberapa negara Asia, yaitu Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina. Dari data ini, Robert Kuok (orang terkaya di Malaysia ‘hanya’ memiliki kekayaan US$ 7,6 Miliar dan orang terkaya di Singapura, Ng Teng Fong, ‘hanya’ memiliki asset US$ 6,7 Miliar.

Tetapi Forbes Asia Edisi June 2, 2008, yang mempublikasikan 40 orang terkaya Malaysia menginformasikan bahwa Kekayaan Robert Kuok telah menggelembung menjadi US$ 10 Miliar. Artinya posisi #1, Ical kembali digusur oleh Taipan Malaysia ini! :)

Bagi yang penasaran, disampaikan daftar lengkapnya di bawah ini.

1. Aburizal Bakrie, 61 Tahun, Bakrie Group, US$ 9,2 Milyar.
2. Budi Hartono, 67, Djarum, US$ 6,8 Milyar.
3. Eka Tjipta Widjaja, 85, Sinar Mas, US$ 3,8 Milyar.
4. Sudono Salim, 93, Salim Group, US$ 3,04 Milyar.
5. Putera Sampurna, 60, Sampoerna Capital, US$ 2,42 Milyar.
6. Rachman Halim, 61, Gudang Garam, US$ 2 Milyar.
7. Sukanto Tanoto, 58, Raja Garuda Mas, US$ 1,43 Milyar.
8. Eddy William Katuari, 57, Wings Group, US$ 1,21 Milyar.
9. Prajogo Pangestu, 57, Barito Pasific, US$ 1,2 Milyar.
10. Murdaya Poo, 67, Berca, US$ 1,1 Milyar.
11. Hary Tanoesoedibjo, 43, Global MediaCom, US$ 1,1 Milyar.
12. Martua Sitorus, 48, Wilmar International Holding, US$ 1,1 Milyar.
13. Arifin & Hilmi Panigoto, 63/53, Medoc, US$ 1,05 Milyar.
14. Hashim Djojohadikusumo, 54, Tirtamas Comexindo, US$ 1,05 Milyar.
15. Peter Sondakh, 56, Rajawali Group, US$ 1 Milyar.
16. Edwin Soeryadjaya, 59, Saratoga Investama, US$ 810 Juta.
17. Boenjamin Setiawan, 75, Kalbe Farma, US$ 760 Juta.
18. Mochtar Riady, 79, Lippo Group, US$ 731 Juta.
19. Osbert Lyman, 58, Satya Djaja Raya, US$ 680 Juta.
20. Trihatma Haliman, 56, Agung Podomoro, US$ 675 Juta.
21. Teddy P. Rachmat, 64, Triputra Group/Adaro, US$ 654 Juta.
22. Chairul Tanjung, 46, Para Group, US$ 610 Juta.
23. Husain Djojonegoro, 59, ABC Group, US$ 605 Juta.
24. Ciputra, 77, Ciputra Development, US$ 600 Juta.
25. Aksa Mahmud, 63, Bosowa Group, US$ 599 Juta.
26. Sugianto Kusuma, 57, Agung Sedayu Group, US$ 529 Juta.
27. Sjamsul Nursalim, 66, Gajah Tunggal, US$ 508 Juta.
28. Rusdi Kirana, 45, Lion Air, US$ 492 Juta.
29. Dasuki Angkosubroto, 78, Gunung Sewu Group, US$ 460 Juta.
30. Kartini Mulyadi, 78, Tempo Scan Pasific, US$ 440 juta.
31. Paulus Tumewu, 56, Ramayana, US$ 420 juta.
32. Jan Darmadi, 67, Darmadi Corp., US$ 420 Juta.
33. George & Sjakon Tahija, 50/55, Austindo Energy, US$ 419 Juta.
34. Martias, 70, First Resources, US$ 410 juta.
35. Eka Tjandranegara, 61, Mulia Group, US$ 405 Juta.
36. Sri Prakash Lohia, 56, Indorama, US$ 405 Juta.
37. Eddy Sariaatmadja, 56, SCTV, US$ 400 Juta.
38. Kiki Barki, 59, Tanito Harum, US$ 390 Juta.
39. Teddy Thohir, 73, Trinugraha Tohir, US$ 385 Juta.
40. Tan Siong Kie, 92, Rodamas Group, US$ 375 Juta.
41. Gunawan Jusuf,54, Sugar Group, US$ 370 Juta.
42. Bachtiar Karim, 51, Musim Mas, US$ 360 Juta.
43. Alexander Tedja, 62, Pakuwon, US$ 358 Juta.
44. Mu’min Ali Gunawan, 69, Panin, US$ 355 Juta.
45. Jakob Oetama, 77, Kompas Gramedia, US$ 348 Juta.
46. Hadi Surya, 72, Berlian Laju Tanker, US$ 334 Juta.
47. A.H.K. Hamami, 72, Trakindo Utama, US$ 330 Juta.
48. Subianto Tjandra, 64, Atedja Group, US$ 330 Juta.
49. Soetjipto Nagaria, 68, Summarecon, US$ 305 Juta.
50. Sofjan Wanandi, 64, Gemala & Santini Group, US$ 304 Juta.
51. Sudwikatmono, 73, Indika Group, US$ 300 Juta.
52. Tan Kian, 50, Dua Mutiara, US$ 290 Juta.
53. Sutanso Djuhar, First Pasific, US$ 288 Juta.
54. Soegiarto Adikoesoemo, 63, Aneka Kimia Raya, US$ 280 Juta.
55. Yos Sutomo, 74, Sumber Mas, US$ 280 Juta.
56. Adyansyah Masrin, 88, Lautan Luas, US$ 275 Juta.
57. Kris Wiluan, 58, Citra Mas Group, US$ 267 Juta.
58. Tatang Hermawan, 57, Fuji Palapa Textile, US$ 265 Juta.
59. Benjamin Jiaravanon, 37, Charoen Pokphand Indonesia, US$ 260 Juta.
60. Rudy Suliawan, 57, Mid Plaza, US$ 260 Juta.
61. Hutomo Mandala Putra,46, Humpuss, US$ 253 Juta.
62. Handojo Santosa, 44, Ometraco, US$ 252 Juta.
63. Sandiaga Uno, 39, Saratoga Capital, US$ 245 Juta.
64. The Nin King, 76, Argo Pantes Group, US$ 240 Juta.
65. Didi Darwis, 62, Ling Brothers, US$ 240 Juta.
66. Henry Onggo, 75, Ratu Sayang Group, US$ 235 Juta.
67. Burhan Uray, 80, Djajanti Timber, US$ 221 Juta.
68. Suryadi Darmadi, 58, Duta Palma Group, US$ 220 Juta.
69. Honggo Wendratno, 60, Tirtamas Group, US$ 220 Juta.
70. Ginawan Tjondro, 54, CNI, US$ 200 Juta.
71. Dahlan Iskan, 57, Jawa Pos, US$ 190 Juta.
72. Djoenardi Joesoef, 75, Konimex, US$ 185 Juta.
73. Jogi Hendra Atmadja, 62, Mayora, US$ 184 Juta.
74. Luntungan Honoris, 59, Modern Group, 180 Juta.
75. Bambang Trihatmodjo, 55, Global MediaCom, US$ 176 Juta.
76. Yusuf Merukh, 72, Merukh Enterprises, US$ 174 Juta.
77. Soegiharto Sosrodjoyo, 74, Sosro, US$ 172 Juta.
78. Siswono Yudohusodo, 65, Bangun Cipta Sarana, US$ 170 Juta.
79. Muljadi Budiman, 52, Honda Prospect, US$ 168 Juta.
80. Johannes Kotjo, 62, Apac Centertex, US$ 162 Juta.
81. Edi Tan, 62, Bandung Investments, US$ 156 Juta.
82. Rudy Unjoto,59, Daliatex Kusuma, US$ 155 Juta.
83. A Tong, 61, Roda Vivatex, US$ 150 Juta.
84. Sugianto, 62, Metro Garmen, US$ 150 Juta.
85. Mardjoeki Atmadiredja, 71, Surya Toto Indonesia, US$ 149 Juta.
86. Sudhamek, 52, Garudafood, US$ 147 Juta.
87. Jusuf Kalla, 66, Haji Kalla, US$ 145 Juta.
88. Airlangga Hartarto, 46, Fajar Wisesa, US$ 144 Juta.
89. Sri Sultan Hamengkobuwono, 67, Sultan of Yogyakarta, US$ 143 Juta.
90. Ibrahim Risjad, 74, Risjadson, US$ 142 Juta.
91. Basuki Wiwoho, 61, Tripatra Engineering, US$ 140 Juta.
92. Cahyadi Kumala, 63, Bukit Sentul, US$ 140 Juta.
93. Djoko Susanto, 58, Alfa Retailindo, US$ 135 Juta.
94. Sendi Bingei, 79, Sumatera Tobacco, US$ 135 Juta.
95. Pontjo Sutowo, 58, Nugra Sentana Group, US$ 134 Juta.
96. Budi Purnomo Hadisurjo, 71, Optik Melawai, US$ 132 Juta.
97. Sigit Harjojudanto, 57, Humpuss, US$ 132 Juta.
98. Benny Subianto, 65, Persada Capital, US$ 130 Juta.
99. Ana Bambang Matofani, 57, Kirana Tanker, US$ 129 Juta.
100. G. Lukman Pudjiadi, 51, Jayakarta Group, US$ 128 Juta.
101. Tan Tjai Kie, 54, Gunung Garuda Steel, US$ 126 Juta.
102. Sukamdani Gitosardjono, 80, Sahid Group, US$ 125 Juta.
103. Alim Markus, 57, Maspion Group, US$ 120 Juta.
104. Iskandar Widyadi, 71, Bank Jasa Jakarta, US$ 120 Juta.
105. Susanto Lim, 53, Domba Mas Group, US$ 120 Juta.
106. Widarto, 63, Sungai Budi, US$ 118 Juta.
107. Soedjono, 59, Wirasakti Adimulya, US$ 110 Juta.
108. Mintarjo Halim, 53, Sandratex, US$ 110 Juta.
109. Hendry Pribadi, 61, Napan Group, US$ 105 Juta.
110. Surya Djuhadi, 74, Nojorono, US$ 105 Juta.
111. Benny Suherman, 61, Studio 21, US$ 105 Juta.
112. Ilham & Tareq Habibie, 45/43, Ilthabi Rekatama, US$ 105 Juta.
113. Siti Hardijanti Rukmana, 59, Citra Lamtoro Gung, US$ 102 Juta.
114. Setiawan Djody, 59, Setdco Group, US$ 102 Juta.
115. GS Margono, 70, Gapura Prima, US$ 100 Juta.
116. Raam Punjabi, 65, Multivision Plus, US$ 100 Juta.
117. MS Hidayat, 55, MSH Group, US$ 100 Juta.
118. Jahja Santosa, 63, Sanbe Farma, US$ 100 Juta.
119. John Chuang, 59, Petra Foods Group, US$ 99 Juta.
120. Suryadharma Paloh, 57, Indo Cater & Media Group, US$ 98 Juta.
121. Ishack Charlie, 54, Kurnia Tetap Mulia, US$ 98 Juta.
122. Atang Latief, 70, Group Atang Latief, US$ 97 Juta.
123. Karmaka Surjaudaja, 82, NISP, US$ 97 Juta.
124. Dick Gelael, 74, Fast Food Indonesia, US$ 97 Juta.
125. Marimutu Maniwanen, 53, Busana Apparel, US$ 95 Juta.
126. A Siang Rusli, 46, Kurnia Tetap Mulia, US$ 95 Juta.
127. Hendro Setiawan, 55, Pikko Group, US$ 95 Juta.
128. Joe Kamadi, 72, Datascrip, US$ 95 Juta.
129. Benjamin Suriadjaja, 78, Surya Internusa, US$ 93 Juta.
130. Jacobus Busono, 68, Pura Group, US$ 90 Juta.
131. Bambang Setijo, 59, Pan Brothers, US$ 90 Juta.
132. Mulyadi, 63, Gunung Geulis, US$ 88 Juta.
133. Purnomo Chandra, 61, Blue Bird, US$ 87 Juta.
134. Sugiono Wiyono, 56, Trikomsel, US$ 87 Juta.
135. Hendro Gondokusumo, 59, Dharmala Intiland, US$ 87 Juta.
136. Fajar Suhendra, 56, Sumatera Growth, US$ 86 Juta.
137. Putra Masagung, 48, Gunung Agung, US$ 85 Juta.
138. Usman Admajaya, 63, Former Bank Danamon Owner, US$ 85 Juta.
139. Rosan Roeslani, 39, Recapital Investment, US$ 85 Juta.
140. Boedi Mranata, 56, Adiputra Mranata Jaya, US$ 81 Juta.
141. Rahmat Gobel, 45, Gobel International, US$ 80 Juta.
142. Husein Sutjiadi, 54, Davomas, US$ 80 Juta.
143. Kaharudin Ongko, 71, Ongko Group, US$ 78 Juta.
144. Johannes Siegfried, 43, Deli Indah Perkasa, US$ 75 Juta.
145. Rachmat Mulia Suryahusada, 59, Bank Bumi Artha, US$ 75 juta.
146. Supramu Santosa, 60, Star Energy, US$ 75 Juta.
147. Husen Lumenta, 63, Himalaya Tunas Texindo, US$ 71 Juta.
148. Shanti Posposoetjipto, 60, Ngrumat Bondo Utomo, US$ 68 Juta.
149. Awong Hidjaja, 57, Panasia Indosyntec, US$ 67 Juta.
150. Probosutejo, 78, Mercu Buana Group, US$ 66 Juta.

Sumber : http://inikonglomerat.wordpress.com/2008/05/29/150-orang-terkaya-versi-majalah-globe-asia/

Google Ads

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online